- Antologi Puisi Satu Dalam Keberagaman

Narasi Isi Buku: “Satu Dalam Keberagaman”Tema Utama (Pluralisme dan Harmoni): Buku ini merajut untaian bait puisi yang menyuarakan keindahan hidup bersama di tengah perbedaan suku, budaya, agama, latar belakang, dan sudut pandang. Judul “Satu Dalam Keberagaman” mencerminkan semangat toleransi dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang diinternalisasi dalam lingkungan madrasah.Perspektif Kolaboratif Guru & Siswa: Sisi Siswa: Berisi curahan rasa, harapan, rasa bangga, serta kepolosan ekspresi remaja dalam memandang persahabatan tanpa sekat dan indahnya persatuan di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka.Sisi Guru: Menuangkan puisi bernuansa edukatif, reflektif, serta pesan moral tentang bagaimana menuntun generasi muda agar tetap menjaga akhlak, saling menghormati, dan bersatu demi keutuhan bangsa.Tujuan Penerbitan: Karya ini lahir sebagai wadah kreativitas sekaligus bukti nyata gerakan literasi madrasah. terbitan pertama program GSMBN MAN Kota Palangka Raya, tahun 2021
- Pusparagam Mimpi Antologi Puisi Guru GSMB Nasional 2021

Gambaran Isi dan Narasi Buku, Guru MAM Kota tergabung dalam buku buku ini yang merupakan antologi puisi, isinya tidak berupa satu jalinan cerita (narasi tunggal) seperti novel, melainkan kumpulan ungkapan rasa, gagasan, dan pesan mendalam yang ditulis melalui bait-bait puisi:Perspektif Dunia Pendidikan: Sebagai karya yang lahir dari para guru dalam ajang GSBM (Gerakan Sekolah Menulis Buku) Nasional, puisinya banyak merekam dinamika mengajar, perjuangan mencerdaskan bangsa, serta kasih sayang guru terhadap murid-muridnya.Tema Impian dan Harapan: Sesuai dengan judulnya, “Pusparagam Mimpi”, isi buku ini menarasikan beraneka ragam harapan, cita-cita, serta refleksi kehidupan dari sudut pandang seorang pendidik yang dituangkan secara estetis.Media Ekspresi: Narasi di dalamnya menyampaikan pesan emosional—baik suka, duka, optimisme, maupun tantangan zaman—yang dikemas dengan gaya bahasa yang puitis dan penuh makna.
- Kepak Sayap Raih Bintang Jilid 1 dan 2

Secara umum, buku antologi cerpen karya pelajar dan pendidik dengan tema seperti ini berfokus pada:Inspirasi dan Motivasi Remaja: Kisah-kisah di dalamnya menceritakan perjuangan, suka duka, serta dinamika kehidupan remaja dalam berproses meraih cita-cita dan impian mereka (diibaratkan sebagai “meraih bintang”).Kehidupan Sekolah dan Persahabatan: Banyak cerita yang dilatari oleh kehidupan sehari-hari di madrasah, hubungan persahabatan yang saling mendukung, hingga interaksi bermakna antara guru dan murid.Pengembangan Diri (Character Building): Narasi cerpen mengajak pembaca untuk pantang menyerah, belajar dari kegagalan, dan berani mengepakkan sayap potensi diri demi masa depan yang cerah.Ragam Sudut Pandang: Karena ditulis oleh banyak penulis (antologi), pembaca disuguhkan berbagai macam gaya bahasa, emosi, dan pesan moral yang kaya dan bervariasi dari satu cerita ke cerita lainnya.
- The Dreams Book Di Ujung Jalan Kugapai Asa

(Edisi Bumi Tambun Bungai) Meniti Impian di Bawah Langit KhatulistiwaDi atas tanah subur Kalimantan Tengah, di mana aliran Sungai Kahayan membelah kesunyian dan hutan adat menjaga napas kehidupan, sekelompok generasi muda pembawa perubahan menolak untuk berhenti bermimpi. Buku “THE DREAMSBOOK: Di Ujung Jalan Kugapai Asa” merupakan secangkir untaian rasa, asa, dan tekad dari anak-anak muda beserta guru MAN Kota Palangka Raya yang dituangkan dalam bait-bait puisi yang magis.Buku ini bukan sekadar kumpulan kata, melainkan sebuah kompas perjalanan spiritual dan intelektual remaja Kalteng. Di dalam lembarannya, Anda akan menemukan:Napas Alam Kalteng: Puisi-puisi yang terinspirasi dari kokohnya pohon telawang, kepakan sayap burung tingang, dan harmoni falsafah Huma Betang yang mengajarkan kebersamaan di tengah perbedaan.Perjuangan Menggapai Cita: Refleksi mendalam para siswa dalam melewati batas ragu, menghadapi tantangan zaman modern, hingga tekad baja untuk melangkah menuju masa depan yang cerah.Harmoni Identitas: Ungkapan cinta mendalam terhadap tanah kelahiran, budaya Dayak yang luhur, sekaligus integrasi nilai-nilai religiusitas yang menuntun karakter mereka di ujung jalan perjuangan.Seperti semboyan bumi Isen Mulang (Pantang Mundur), setiap bait puisi di buku ini membakar semangat pembaca untuk tidak pernah menyerah. Biarpun jalan berbatu dan berliku, impian harus tetap dikejar setinggi langit, demi mengharumkan nama Kalimantan Tengah di pentas dunia. Sebuah karya literasi otentik yang membuktikan bahwa mutiara-mutiara khatulistiwa kini siap bersinar melalui goresan pena.
- Antologi Cerpen Cahaya Pelangi di Timur Jilid 1 dan 2

Menyelami Nusantara: Narasi Isi Buku “Pelangi Cahaya di Timur”Buku “Pelangi Cahaya di Timur” jilid 1dan 2 bukanlah sekadar kumpulan cerita fiksi biasa. Buku ini merupakan sebuah persembahan budaya yang merayakan kekayaan, keindahan, dan keberagaman tradisi Nusantara yang tersebar di belahan timur Indonesia.Melalui untaian kata yang indah dan penuh makna, para penulis mengajak pembaca untuk menjelajahi berbagai dimensi kehidupan masyarakat Indonesia. Di balik setiap lembar halamannya, buku ini merajut kisah-kisah mendalam yang terinspirasi dari elemen budaya lokal, seperti:Keindahan helai kain batik yang sarat filosofi.Kekuatan anyaman benang rotan yang mencerminkan ketahanan.Kesakralan tarian-tarian adat yang menghubungkan manusia dengan leluhur.Alunan gamelan yang menentramkan jiwa.Secara tematik, kisah-kisah di dalam buku ini berpusat pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal namun dikemas secara lokal, meliputi cerita tentang cinta, perjuangan hidup, harapan, dan keindahan di tengah keberagaman.Setiap cerpen bertindak sebagai “jendela” yang membawa pembaca melihat lebih dekat tradisi, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur Nusantara yang masih hidup dan relevan hingga kini. Buku ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu getaran jiwa yang mendalam agar pembaca dapat menyelami esensi budaya bangsa, menemukan keindahan dalam setiap perbedaan, serta bersama-sama menjaga keharmonisan dan warisan leluhur agar tetap bersinar sepanjang masa.
- Antologi Opini “Merajut Makna dalam Keberagaman: Refleksi Pendidikan dan Budaya”

“Merajut Makna dalam Keberagaman: Refleksi Pendidikan dan Budaya” Jilid 1 Buku ini merupakan karya Antologi Opini dan Esai yang ditulis oleh kolaborasi guru dan siswa dari MAN Kota Palangka Raya, Buku antologi opini ini memuat pemikiran kritis, refleksi, serta pandangan humanis mengenai dunia pendidikan dan kebudayaan.
Refleksi Pendidikan Inklusif dan Humanis: Tulisan menyoroti bagaimana sistem pendidikan berperan dalam membangun karakter, empati, dan nilai kemanusiaan bagi generasi muda di tengah era modern.Harmoni dalam Keberagaman: Mengingat latar belakangnya yang lahir dari lingkungan madrasah di Kalimantan, buku ini banyak menuangkan opini tentang pentingnya menjaga toleransi, merawat keberagaman budaya, dan menjalin persatuan sejak dini. Gagasan segar siswa mengenai tantangan belajar sehari-hari, berpadu dengan analisis serta pengalaman nyata dari para guru dalam mendidik dan membimbing karakter. Esai di dalamnya mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali nilai uhur budaya lokal agar tak luntur.
- Passion Berpantun Milenial Tiga Generasi

Buku ini membahas pentingnya melestarikan pantun sebagai warisan budaya Nusantara yang telah diakui oleh UNESCO, sekaligus mengemasnya agar tetap relevan bagi generasi milenial dan multimedia.Berikut adalah ringkasan narasi isi buku berdasarkan teks di sampul belakang:Pentingnya Pantun: Menepis anggapan bahwa pantun adalah budaya kuno yang hanya muncul di acara pernikahan atau buku usang, serta menegaskan statusnya yang sudah mendunia.Kreasi Berbasis Multimedia: Mengajak pembaca memanfaatkan teknologi dan platform digital (seperti TikTok) untuk membuat konten pantun yang kreatif, sehat, dan bermanfaat.Ajakan Cinta Tanah Air: Memotivasi generasi muda agar aktif menulis dan membaca pantun guna menumbuhkan kreativitas sekaligus menjaga identitas budaya asli Indonesia di mata dunia.
- Inskripsi Jiwa Dalam Rima

Inskripsi Jiwa dalam Rima: Sebuah Antologi Puisi Muda Penuh Harapan”.merupakan kumpulan puisi (antologi puisi) yang ditulis oleh generasi muda (siswa kelas 12 alumni MAN Kota Palangka Raya) bersama guru-guru pembina.Secara rinci, isi puisi di dalam buku ini merangkum tiga tema utama:Cita-cita yang membumbung tinggi: Puisi-puisi yang berisi suara hati, keberanian bermimpi, dan tekad untuk menggapai masa depan (bintang-bintang di langit impian).Cinta yang mendalam: Ungkapan kasih sayang yang ditujukan kepada guru, teman, serta keindahan ilmu pengetahuan yang dirangkai dalam kata-kata.Harapan yang tak pernah padam: Puisi yang menggambarkan optimisme, rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa masa depan akan selalu cerah meskipun harus menghadapi berbagai tantangan sebelum kelulusan.Secara keseluruhan, buku ini menjadi dokumen abadi, rekam jejak, dan bukti kreativitas literasi serta ekspresi perasaan para siswa sebelum mereka melangkah meninggalkan bangku sekolah
- Epilog Putih Abu-Abu: Antologi Pentigraf Gen 44 & Guru MAN Kota Palangka Raya

Epilog Putih Abu-Abu: Antologi Pentigraf Gen 44 & Guru MANKORAYA”.Berdasarkan keterangan identitas yang tertera pada cover dan sinopsisnya, isi buku ini memang ditulis oleh siswa-siswi kelas 12 yang berkolaborasi dengan guru-guru mereka. Berikut adalah rincian informasinya:Penulis Buku: Buku ini ditulis oleh Generasi 44 (Gen 44) dan para guru dari MAN Kota Palangka Raya (MANKORAYA). Istilah “Gen 44” dan tajuk “Putih Abu-Abu” merujuk pada angkatan siswa yang sedang atau baru saja menyelesaikan masa sekolah menengah atas (dalam hal ini Madrasah Aliyah kelas XII).Jenis Tulisan (Isi Buku): Buku ini merupakan sebuah antologi pentigraf. Pentigraf adalah akronim dari cerpen tiga paragraf (cerita pendek yang alurnya diselesaikan secara padat hanya dalam tiga paragraf saja).Tema Cerita: Isi ceritanya berputar di sekitar rekaman jejak, suka duka, remidi, serta kenangan masa-masa sekolah di koridor madrasah sebelum mereka berpisah dan melanjutkan masa depan.Proyek Penerbitan: Buku ini diterbitkan melalui program literasi nasional hasil kerja sama antara pihak sekolah dengan Nyalanesia (PT Nyala Masadepan Indonesia).