Program Literasi
  1. Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya

Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber belajar yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Namun, dalam praktiknya, peningkatan minat baca dan penguatan budaya literasi di kalangan peserta didik memerlukan pendekatan yang kreatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan yang menekankan pentingnya peran perpustakaan sebagai wahana pembelajaran sepanjang hayat, serta tuntutan era modern yang mengedepankan kemampuan literasi informasi.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun dibentuk sebagai sebuah inovasi strategis dalam pengelolaan layanan perpustakaan di MAN Kota Palangka Raya. Inovasi ini menghadirkan peran aktif peserta didik bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai mitra dalam mengembangkan dan mempromosikan literasi. Melalui program ini, peserta didik diberdayakan untuk menjadi duta literasi di lingkungan madrasah, membantu pelayanan harian perpustakaan, sekaligus menciptakan atmosfer literasi yang lebih hidup, dekat dengan dunia siswa, dan berorientasi pada penguatan karakter.

Keberadaan Sahabat Perpustakaan tidak hanya mendukung kegiatan teknis pelayanan, tetapi juga menjadi motor penggerak berbagai aktivitas literasi yang inovatif, seperti kampanye membaca, promosi buku, kegiatan kreatif berbasis literasi, serta menjadi teladan bagi teman sebaya. Dengan demikian, Sahabat Perpustakaan menjadi bentuk nyata kolaborasi antara madrasah, perpustakaan, dan peserta didik dalam mewujudkan visi sekolah yang unggul dalam literasi, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang inspiratif yang menumbuhkan minat baca, kreativitas, serta kemandirian belajar.

  1. GSMB (Gerakan Sastra Madrasah Berkah)

Literasi tidak hanya berhenti pada kegiatan membaca, tetapi juga berkembang dalam bentuk kemampuan menulis sebagai sarana mengekspresikan gagasan, menyampaikan pesan, dan menginspirasi orang lain. Di era digital saat ini, keterampilan menulis menjadi semakin penting karena dapat membuka ruang kreativitas, komunikasi, bahkan peluang berprestasi bagi siswa dan guru.

Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, bersama Sahabat Perpustakaan, menghadirkan program inovasi GSMB (Gerakan Sastra Madrasah Berkah). Program ini dirancang sebagai wadah bagi warga madrasah yang memiliki passion di bidang menulis, baik puisi, cerpen, esai, artikel, maupun karya sastra lainnya, untuk berkumpul, belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kreativitas.

Melalui GSMB, diharapkan terbentuk sebuah komunitas literasi yang aktif dan produktif, yang tidak hanya menghasilkan karya tulis untuk konsumsi internal madrasah, tetapi juga dapat dipublikasikan lebih luas sehingga membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat.

Tujuan

  1. Menumbuhkan dan mengembangkan minat serta bakat menulis di kalangan siswa dan guru.
  2. Menjadi wadah pembinaan, pendampingan, dan pengembangan keterampilan menulis.
  3. Mendorong lahirnya karya sastra dan karya tulis lainnya yang berkualitas dari warga MAN Kota Palangka Raya.
  4. Membentuk budaya literasi produktif yang berkelanjutan di madrasah.
  5. Menjadikan madrasah sebagai pusat gerakan literasi yang membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Sasaran

  1. Siswa MAN Kota Palangka Raya yang memiliki minat dan bakat di bidang menulis.
  2. Guru MAN Kota Palangka Raya yang ingin mengembangkan keterampilan menulis dan berbagi pengalaman kepenulisan.
  3. Komunitas literasi madrasah, termasuk sahabat perpustakaan, yang ingin berkontribusi dalam pengembangan budaya literasi produktif.
  1. JEJAK AKSARA

Literasi merupakan keterampilan fundamental yang tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Untuk menumbuhkan budaya literasi yang kuat, diperlukan wadah kegiatan yang memberi pengalaman langsung bagi siswa dalam berbagi dan menginspirasi.

Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya menghadirkan program Jejak Aksara, yaitu program literasi yang menekankan pada langkah nyata meninggalkan jejak kebaikan melalui kegiatan membaca, menulis, dan berbagi literasi bersama masyarakat. Salah satu kegiatan unggulannya adalah kunjungan literasi ke Komunitas Literasi, sebagai bentuk silaturahmi literasi, kolaborasi, dan pengabdian.

Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak dan masyarakat di sekitar komunitas literasi dan sebagai pelaksana kegiatannya Adalah Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya. Sedangkan guru dan siswa MAN Kota Palangka Raya sebagai pendukung program.

Tujuan

  1. Menumbuhkan kepedulian sosial siswa terhadap budaya literasi di masyarakat.
  2. Memberikan pengalaman belajar nyata melalui interaksi dengan komunitas literasi.
  3. Memperluas jejaring kolaborasi perpustakaan madrasah dengan taman baca masyarakat.
  4. Membentuk generasi siswa yang peduli, komunikatif, dan siap menjadi agen literasi.

Bentuk Kegiatan Jejak Aksara

  1. Kunjungan Literasi

Bentuk kegiatan: membaca bersama, mendongeng/storytelling, berbagi buku, diskusi, serta permainan literasi untuk anak-anak.

  1. Berbagi Buku dan Inspirasi

Mengumpulkan buku layak baca dan menyerahkan buku tersebut ke Komunitas Literasi sebagai bentuk dukungan literasi.

  1. Workshop Mini

Siswa Sahabat Perpustakaan berbagi keterampilan menulis sederhana (puisi, cerita pendek, atau komik literasi) kepada anak-anak di taman baca.

  1. Dokumentasi Jejak Literasi

Setiap kegiatan Jejak Aksara didokumentasikan dalam bentuk tulisan, foto, atau video.

  1. MAKTABAH  (Membaca, Al-Qur’an, Kreativitas Sastra, Anak Hebat)

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam tidak hanya berperan dalam memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Di era digital saat ini, budaya literasi mulai terkikis oleh dominasi media sosial dan hiburan instan, sehingga perlu adanya program yang mampu menumbuhkan kembali semangat membaca, menulis, serta mencintai Al-Qur’an sejak dini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Madrasah Aliyah Negeri Kota Palangka Raya menyelenggarakan kegiatan MAKTABAH (Membaca, Al-Qur’an, Kreativitas Sastra, Anak Hebat). Program ini dilaksanakan setiap pagi, Senin sampai Jumat, selama 15 menit sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan meliputi membaca Al-Qur’an, membaca buku bacaan bermakna, serta menulis karya sastra seperti pentigraf, cerita, puisi, atau pantun.

Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an

Membiasakan siswa memulai hari dengan membaca Al-Qur’an, sehingga tumbuh rasa cinta dan kedekatan dengan kalam Allah.

  1. Menumbuhkan Budaya Literasi

Membentuk kebiasaan membaca buku bacaan yang bermanfaat dan menambah wawasan, sehingga siswa terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan analitis.

  1. Mengembangkan Kreativitas Sastra

Memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan imajinasinya melalui karya tulis seperti cerita, puisi, pantun, maupun pentigraf.

  1. Membentuk Karakter Anak Hebat

Melalui literasi Al-Qur’an, buku, dan sastra, siswa diarahkan menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Dengan adanya kegiatan MAKTABAH, diharapkan seluruh warga madrasah terbiasa memulai aktivitas belajar dengan hati yang tenang, pikiran yang segar, dan semangat yang tinggi, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna.

  1. KEGIATAN BEDAH BUKU “Dari Kita Untuk Kita”

 Budaya literasi merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Membaca dan menulis bukan hanya keterampilan dasar, tetapi juga sarana membangun cara berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Sebagai pusat literasi madrasah, Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya berupaya menghadirkan kegiatan yang mampu menumbuhkan semangat tersebut melalui Bedah Buku dengan tema “Dari Kita Untuk Kita”.

Tema ini menegaskan bahwa narasumber kegiatan adalah guru atau peserta didik MAN Kota Palangka Raya yang telah menulis dan menerbitkan buku, sehingga menjadi bukti nyata bahwa budaya literasi dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah. Sementara itu, peserta kegiatan mencakup seluruh keluarga besar MAN Kota Palangka Raya: guru, siswa, alumni, wali siswa, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang berbagi gagasan, inspirasi, serta pengalaman proses kreatif dalam menulis, sekaligus memberikan motivasi kepada warga madrasah untuk semakin mencintai membaca dan termotivasi melahirkan karya tulis.

  1. GALAKSI (Gerakan Literasi Anak-Anak Sekitar)

Gerakan literasi ini diinisiasi oleh Perpustakaan Madrasah (Perpustakaan Ibnu Sahnun) karena perpustakaan bukan hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi siswa, guru, dan warga madrasah, tetapi juga memiliki peran sosial dalam menumbuhkan budaya literasi di masyarakat sekitar. Anak-anak di lingkungan sekitar madrasah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibekali dengan kebiasaan membaca, rasa ingin tahu, serta keterampilan literasi sejak dini.

Berangkat dari semangat berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan, Perpustakaan Ibnu Sahnun melalui sahabat perpustakaan dan pengurus perpustakaan berinisiatif menyelenggarakan kegiatan GALAKSI (Gerakan Literasi Anak-Anak Sekitar). Kegiatan ini menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan RT sekitar madrasah, melalui membaca buku, mendengarkan cerita, permainan edukatif, hingga kegiatan kreatif lainnya.

GALAKSI diharapkan menjadi sarana mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat, sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai pusat literasi yang bermanfaat tidak hanya untuk internal warga sekolah, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.

  1. BAZAR BUKU DENGAN TEMA “Buku untuk Semua, Dimana Saja, dan Kapan Saja”

Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya sebagai pusat literasi madrasah senantiasa berupaya menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan siswa maupun guru. Namun, dalam praktiknya, minat baca sering kali terkendala oleh rutinitas harian yang padat, sehingga kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan buku menjadi terbatas. Kondisi ini mendorong perpustakaan untuk menghadirkan terobosan yang lebih dekat dengan keseharian warga madrasah, agar buku tidak hanya menjadi koleksi di rak, tetapi juga hadir di ruang-ruang kegiatan siswa.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menggelar Bazar Buku. Uniknya, kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan “menebeng” atau menumpang momentum dari kegiatan-kegiatan lain yang ada di madrasah, seperti class meeting dalam rangka memperingati HUT RI ke-80 dan Kegiatan Madrasah Bersinar. Saat panitia menyediakan stand bagi kelas-kelas untuk menampilkan karya maupun berwirausaha, perpustakaan pun turut serta dengan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuka stand khusus bazar buku.

Melalui cara ini, perpustakaan dapat lebih mudah menjangkau siswa dan guru, karena stand bazar buku menjadi bagian dari alur kunjungan yang mereka lakukan ketika berkeliling dari satu stand ke stand lainnya. Dengan demikian, buku hadir secara alami di tengah suasana kebersamaan, keceriaan, dan kreativitas siswa. Pengunjung tidak hanya dapat membeli atau melihat-lihat buku, tetapi juga berkesempatan untuk membaca dan menikmati bacaan secara langsung.

Bazar buku ini menjadi bentuk nyata upaya menghadirkan literasi dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas siswa. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan ketertarikan baru terhadap buku, memperkaya pengalaman literasi, serta mempererat peran perpustakaan Ibnu Sahnun sebagai mitra dalam mendukung pengembangan wawasan dan karakter generasi madrasah.

  1. BULAN BAHASA 2 TAHUN SEKALI

Diera teknologi ini, kecintaan generasi muda terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia dirasakan mulai memudar. Hal ini terjadi karena pengaruh globalisasi dan teknologi serta kurangnya aktivitas pendukung dalam pengembangan kreativitas berbahasa dan bersastra Indonesia di kalangan pelajar. Selain itu, berdasarkan berbagai alasan sering dikemukakan oleh pihak terkait tentang rendahnya mutu pembelajaran sastra diantaranya, pelajar belum terbiasa membaca dan menulis. Di lain pihak, guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia belum cukup memiliki kemampuan dan pengalaman apresiasi yang memadai, sehingga kurang melakukan kegiatan inovasi pembelajaran dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam diri pelajar. 

Berbagai penelitian atau kajian tentang pembelajaran sastra,menunjukkan bahwa kondisi pembelajaran sastra di sekolah memang tidak menggembirakan. Ada tiga hal yang menjadi penyebabnya, yaitu: (1) Hubungan teori dengan kemampuan apresiasi pelajar tidak ada; (2) Minimnya waktu guru untuk mengikuti perkembangan sastra; dan (3) Kurangnya kemampuan pelajar untuk mengaitkan nilai sastrawi dengan nilai etika, moral, dan budaya dalam kehidupan. 

Berdasarkan hal tersebut, peserta didik jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya merasa terpanggil untuk menyelenggarakan aktivitas dalam meningkatkan rasa cinta terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia, sesuai dengan program kerja per dua tahunan jurusan Ilmu Bahasa dan Budaya MAN Kota Palangka Raya yaitu dengan melaksanakan Kegiatan Lomba Bulan Bahasa XVII MAN Kota Palangka Raya Tahun 2023 tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA/SMK sederajat se-Kota Palangka Raya dan antarkelas MAN Kota Palangka Raya. 

Sedangkan tema pada kegiatan ini adalah “Menumbuhkan Kreativitas dan Kecintaan Literasi Berbahasa dan Bersastra”. Peserta kegiatan “Bulan Bahasa Ke XVII MAN Kota Palangka Raya Tahun 2023” akan diikuti oleh seluruh peserta utusan sekolah masing-masing mulai dari SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA/SMK sederajat se-Kota Palangka Raya dan antarkelas MAN Kota Palangka Raya.

  1. MADRASAH LITERASI AWARD

Madrasah Literasi Award merupakan program penghargaan yang dirancang oleh Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya untuk memberikan apresiasi kepada pemustaka teraktif serta menunjuk Duta Baca Literasi di kalangan siswa. Program ini lahir dari keyakinan bahwa setiap langkah kecil dalam membaca, menulis, maupun berbagi pengetahuan adalah bagian penting dalam membangun madrasah yang berwawasan luas, religius, dan berkarakter.

Melalui Madrasah Literasi Award, perpustakaan ingin menghadirkan ruang penghargaan yang bukan hanya bersifat simbolis, melainkan juga menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk semakin dekat dengan buku. Pemustaka teraktif diberikan apresiasi atas konsistensi dan semangatnya dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan, sementara Duta Baca Literasi dipilih untuk menjadi teladan, inspirator, sekaligus penggerak dalam mengajak teman sebaya untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup.

Dengan adanya program ini, diharapkan literasi bukan hanya menjadi aktivitas tambahan, melainkan tumbuh sebagai budaya yang hidup di lingkungan madrasah. Madrasah Literasi Award menjadi bukti nyata bahwa setiap insan madrasah memiliki kesempatan untuk bersinar melalui literasi, baik dalam ruang belajar formal maupun dalam keseharian mereka.

  1. Ḥadīqat al-‘Ulūm al-Madrasiyyah (TAMAN SAINS MADRASAH)

Salah satu inovasi terbaru madrasah adalah hadirnya Taman Sains Madrasah, sebuah taman edukasi yang terletak di bagian depan perpustakaan. Taman ini dirancang untuk memadukan keindahan alam dengan teknologi modern, sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, sekaligus bermakna bagi para pengunjung.

Di Taman Sains Madrasah, setiap tanaman yang tumbuh tidak hanya menjadi elemen penghijauan, tetapi juga sarana edukasi. Pada setiap tanaman ditempelkan barcode khusus yang dapat dipindai (scan) menggunakan ponsel pintar. Setelah dipindai, pengunjung akan diarahkan ke sebuah laman website yang memuat informasi lengkap mengenai tanaman tersebut. Informasi yang disajikan meliputi nama lokal dan ilmiah, klasifikasi, ciri-ciri, manfaat, habitat, hingga nilai ekologis maupun ekonomisnya. Dengan demikian, pengunjung dapat belajar secara langsung mengenai kekayaan hayati sambil menikmati suasana hijau yang asri.

Tujuan utama dari Taman Sains Madrasah adalah untuk mendekatkan pengunjung, khususnya siswa madrasah, pada dunia sains dan literasi lingkungan. Melalui taman ini, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap dunia tumbuhan sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Taman ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual, di mana teori yang diperoleh di kelas dapat dipadukan dengan pengamatan langsung di lapangan.

Selain itu, Taman Sains Madrasah memiliki sejumlah manfaat penting, antara lain:

  1. Sarana edukasi interaktif, pengunjung dapat memperoleh informasi ilmiah dengan cara yang mudah, cepat, dan menyenangkan melalui teknologi barcode.
  2. Meningkatkan literasi sains, taman ini menjadi media nyata untuk memahami konsep biologi, ekologi, dan pemanfaatan tanaman dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Menumbuhkan kesadaran lingkungan, melalui pengenalan tanaman secara detail, diharapkan tercipta kepedulian untuk melestarikan flora di sekitar kita.
  4. Menciptakan suasana hijau dan nyaman, selain berfungsi edukatif, taman ini juga memperindah lingkungan perpustakaan sehingga pengunjung merasa lebih betah.
  5. Mendukung pembelajaran berbasis digital, integrasi teknologi barcode dengan website membuat proses pembelajaran lebih relevan dengan era digital saat ini.

Dengan segala potensi yang dimilikinya, Taman Sains Madrasah bukan hanya sekadar taman penghijauan, melainkan juga laboratorium mini di ruang terbuka. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan modern tidak hanya menjadi pusat literasi buku, tetapi juga pusat pembelajaran berbasis sains dan teknologi yang ramah lingkungan.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait